Kesehatan

Cara Tradisional Redam Batuk

Batuk sebenarnya merupakan refleks fisiologis yang fungsinya mengeluarkan atau membersihkan saluran pernapasan dari benda-benda asing.

Batuk disebabkan gangguan cuaca seperti udara dingin atau perubahan suhu udara, dapat pula karena asap atau debu, dahak atau karena radang saluran pernapasan serta alergi. Batuk juga merupakan salah satu gejala timbulnya penyakit asma, flu dan TBC.

Mengutip, sebuah artikel kesehatan, berikut adalah tanaman-tanaman yang dapat digunakan sebagai terapi batuk secara tradisional:

Kencur (Kaempferia galanga)
Kencur dikunyah, dihisap-hisap airnya atau setelah lumat ditelan semuanya jika suka.

Asam Jawa (Tamarindus Indica L.)
Daging buah asam Jawa diseduh dengan air panas, tambahkan sedikit gula merah, diminum pagi dan sore setelah larutan dingin.

Wortel (Daucus carota)
Wortel diparut dan diambil sarinya lalu diminum 2 kali sehari.

Mengkudu (Morinda citrifolia)
Buah mengkudu yang dilumatkan diberi dua gelas air panas, disaring dan dibubuhi air jeruk nipis. Minum 3 kali sehari.

Jahe (Zingiber officinale)
Jahe dibakar dan dimemarkan, direbus bersama-sama adas, kayu manis, cengkeh, dan gula aren, saring. Ramuan lainnya adalah dengan membakar 15 gram jahe selama 15 menit kemudian dimemarkan. Seduh dengan 1 gelas air panas dan tambahkan 1 sendok makan madu.

Jeruk nipis (Citrus aurantifolia)
Air perasan jeruk nipis ditambah madu secukupnya. Selain itu seperti dijelaskan di atas, ramuan jeruk nipis-kecap atau jeruk nipis-garam dapat membantu meredakan batuk.

Lidah buaya (Aloe vera)
Empulur lidah buaya dipotong kecil-kecil dicampur dengan madu, diminum 3 kali sehari sebanyak 1 sendok teh.

Sembung (Blumea balsamifera)
Daun sembung dan daun jinten diiris-iris, direbus bersama cengkeh, kemukus, kapulaga, kayu manis, dan adas sebanyak 3 gelas hingga 2 ? gelas.

Sirih (Piper betle)
Lima lembar daun sirih bersama cengkeh, kapulaga, kemukus, dan kayu manis direbus.

Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi)
Segenggam bunga belimbing ditambah gula batu direbus dengan segelas air hingga tinggal ? gelas, diminum pagi dan sore. Atau dapat pula dengan ramuan larutan belimbing wuluh dengan merebus 1 gelas air bersama 11 gram buah belimbing, dan 5 gram gula jawa. Setelah 15 menit, larutan bisa diangkat dan disaring. Larutan ini bisa untuk konsumsi 1 hari, dua kali minum.

Meniran (Phyllanthus niruri)
Tiga sampai tujuh pohon tumbuhan lengkap ditumbuk halus, kemudian rebus dengan tiga sendok makan air. Air rebusannya dicampur madu 1 sendok makan, diminum sekaligus.

Singawalang (Petiveria alliacea)
Lima lembar daun singawalang ditumbuk halus sampai seperti bubuk lalu diseduh dengan setengah gelas air panas, bubuhi garam dan gula merah secukupnya. Aduk sampai bahan-bahan itu larut, lalu disaring, setelah masih hangat diminum, sehari cukup minum dua kali saja.

Saga (Abrus precatorius)
Daun saga manis bersama-sama kayu manis, cengkeh, adas, pulasari, dan bawang merah serta gula batu, direbus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *